Pengertian Interior
Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kata ' Interior ' , pasti dipikiran kita ketika mendengar kata ' Interior ' langsung membayangkan bentuk ' Ruangan '. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian kata " INTERIOR " dan pengertian "INTERIOR KAPAL" dan perbedaannya dengan interior pada bangunan , rumah, dan lain-lain.
Kata ' Interior ' memiliki arti bagian dalam gedung , ruangan , bangunan, kapal, pesawat, dan lain sebagainya ; tatanan perabot / furniture yang ada didalam ruangan (hiasan pada ruangan dan sebagainya). Interior juga sering kali diartikan sebagai komponen tambahan/hiasan yang bisa menambah nilai estetika pada ruangan itu sendiri. Interior yang digunakan biasanya berhubungan dengan perabot atau furniture , penataan ruangan dan perabotnya, pemilihan cat / wallpaper yang digunakan pada ruangan , dan lain-lain yang berhubungan dengan bagian dalam ruangan.
PENGERTIAN INTERIOR KAPAL
Interior pada kapal tentunya sangat berbeda dengan interior yang ada pada ruangan di gedung, rumah, apartement atau bangunan lainnya. Hal yang berbeda bisa dari bentuk perabotnya, bentuk ruangannya, cara pemasangan perabot pada ruangan, konstruksi dinding, dan lain-lain.Sedikit saya beri penjabaran tentang hal-hal yang berbeda dari Interior Kapal dengan Interior rumah, bangunan, dan lain-lain.
Salah satu hal yang berbeda adalah , Bentuk Perabot atau Furniturenya.Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan ketika melakukan kegiatan praktek disekolah untuk mendesain ruangan dengan furniturenya dengan berdasarkan bentuk ruangan pada ' SIMULATOR KAPAL ' yang dimiliki olek SMKN 3 Buduran, jurusan Interior Kapal. Perabot yang dibuat harus mengikuti bentuk gading/lambung kapal pada SIMULATOR KAPAL tersebut.
Gb. Desain Tempat Tidur Untuk Simulator Kapal
Perhatikan antara posisi tempat tidur atas dan bawah. Tempat tidur yang atas terlihat posisinya lebih kedalam daripada tempat tidur yang bawah. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk kasur menyesuaikan bentuk gading/lambung pada Simulator Kapal.
Gb. Desain Lemari Untuk Simulator Kapal
Bentuk lemari yang digunakan juga sedikit berbeda, bentuk lemari yang menempel pada dinding kapal yang sekaligus gading kapal, bentuknya mengikuti bentuk lambung/gading kapal. Hal ini bertujuan untuk membuat perabot yang dibuat sesuai dengan bentuk dinding dimana perabot itu diletakkan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa bila ruangan pada kapal berada tepat di posisi gading/lambung kapal itu sendiri, semua perabot dibuat mengikuti bentuk gading/lambung kapal ketika meletakkan perabot tersebut. Hal ini bisa tidak terjadi, bila pada bagian sebelum lengkungan lambung tersebut diberi sekat sebagai pembatas. Sehingga dinding kapal tidak mengikuti bentuk lambung melainkan sekat itu sendiri. Saat membuat perabot sekaligus meletakkan perabot hanya mengikuti bentuk dinding yang dibuat dari sekat tersebut.
Konsep Dasar Interior
Desain interior merupakan suatu karya seni yang mengungkapkan dengan jelas dan tepat suatu bentuk ruang yang mencerminkan fungsi dan estetika, dengan tetap memperhatikan faktor-faktor lain yang mendukung keberadaan ruang tersebut.
Latar belakang dari mengatur ruangan sebagai bagian dan pekerjaan dalam mendesain interior ruangan adalah karena penghuni atau pengguna ruangan menghendaki adanya suasana yang nyaman, baik, indah dan mampu melayani segala kebutuhan secara fisik mapun emosional. Dengan penataan interior yang baik maka diharapkan segala kebutuhan
Sistem atau cara pengaturan ruang dalam yang mampu memenuhi pesyaratan tersebut itulah yang dinamakan dengan “desain interior” (interior design).
Desain interior memiliki pengertian yang sangat luas, yang menyangkut berbagai aspek didalamnya, sosial, budaya, ekonomi, teknik, dan dalam peranannya mencerminkan kehidupan manusia desain interior bisa memperlihatkan semua aspek tersebut. Dengan hanya melihat suatu desain interior suatu ruangan maka penilaian dapat diberikan terhadap ruangan tersebut baik terhadap perencana, pemilik, pengelola dan pengguna ruangan tersebut. Sehingga perancangan yang kurang tepat bisa berakibat salah terhadap suatu penilaian orang yang berada didalamnya.
Dengan berpegang untuk menciptakan ruang yang nyaman dan indah, desain interior memiliki sebuah peran yang sangat tinggi dalam mempengaruhi orang yang berada didalamnya. Seiring dengan perkembangan zaman saat ini desain interior telah berkembang guna memenuhi tuntutan masyarakat akan suatu ruang. Fungsi dari ruang yang menjadi landasan utama dalam ilmu desain interior tidak lagi hanya sebatas itu saja. Pada perkembangannya, selain memperhatikan juga segi estetika, ada beberapa pertimbangan lainnya yang diperhatikan oleh seorang perancang interior. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah keamanan dan segi teknis yang menyangkut ruang dalam interior.
Kebutuhan akan ruang merupakan latar belakang adanya ilmu desain interior, karena pada hakekatnya manusia membutuhkan ruang untuk beraktivitas dan menghabiskan sebagian hidupnya didalam ruangan. Maka untuk menjawab kebutuhan ini diperlukan suatu perencanaan interior yang baik dan bisa membuat nyaman orang yang berada di dalamnya. Selain itu pertimbangan suatu fasilitas yang dibutuhkan untuk aktivitas didalam ruangan juga menjadi pertimbangan untuk merencanakan suatu interior ruangan.
Ruang tidur merupakan ruang yang harus didesain secara cermat, mengingat di ruang inilah manusia menghabiskan waktunya untuk beristirahat tidur, selain itu pertimbangan kegiatan dan kebutuhan akan fasilitas lainnya harus diperhatikan seperti lemari penyimpanan,meja kerja, meja rias, perangkat televisi untuk hiburan, dan kebutuhan lain yang diperlukan oleh pemilik kamar tersebut.
Tuntutan akan perkembangan teknologi informasi merupakan suatu pertimbangan yang dianggap memiliki peran yang besar dalam kemajuan desain interior. Orang dengan mudah mengakses informasi dengan bantuan berbagai media salah satunya adalah media elektronik internet, kemajuan teknologi informasi ini telah memungkinkan suatu kemajuan dalam bidang interior bisa di ketahui secara cepat oleh pengguna di seluruh belahan dunia. Selain itu perkembangan teknologi informasi ini telah membuat kebutuhan ruang semakin sederhana dan tidak rumit lagi, karena dengan kebutuhan ruang yang bisa digabungkan untuk berbagai fungsi dan didesain secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan ruang untuk aktivitas tertentu..
Dalam perancangan interior juga harus dimulai dengan berpikir secara luas mengenai lingkungan sekitar manusia. Memperhatikan lingkungan sekitar ruang merupakan suatu kebutuhan yang harus diperhatikan secara seksama. Karena manusia bereaksi, dan bertindak pada suatu ruangan dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan lingkungan dimana ruangan itu berada. Maka perancang interior harus menitikberatkan pada faktor utama dalam sistem perancangan interior, yaitu :
a. Manusia
b. Ruang
c. Lingkungan
Dari ketiga faktor tersebut maka perancang dapat mempertimbangkan banyak hal yang menjadi kebutuhan dalam merancang interior. Kebutuhan-kebutuhan tersebut merupakan bagian penting yang akan menjadikan keberhasilan dalam merancang suatu ruangan, karena tanpa mempertimbangkan ketiga faktor tersebut akan menjadi mustahil hasil akhir interior ruangan akan bisa dikatakan berhasil.
a. Manusia
Informasi yang dikumpulkan disini adalah orang yang menjadi pemberi tugas atau klien, dan nantinya akan menjadi pengguna ruangan tersebut . Disini komunikasi antara perancang dan klien perlu dilakukan dengan baik, karena dari komunikasi dua arah ini nantinya akan timbul gagasan yang bisa di sampaikan oleh perancang guna memenuhi kebutuhan ruang yang dibutuhkan oleh klien. Dengan komunikasi yang baik di harapkan akan dihasilkan rancangan yang baik secara teknis dan estetis, tetapi tetap dengan mengacu pada kebutuhan klien ( misalnya dalam pembangunan kapal pemilik/ pemesan kapal disebut ” ship owner”)
b. Ruangan
Informasi mengenai ruangan baik fungsi dan jenisnya merupakan suatu pertimbangan yang harus diperhatikan oleh perancang. Karena ruangan adalah obyek pekerjaan yang harus dilakukan maka penguasaan terhadap ruangan harus benar-benar diperhatikan terutama dalam segi teknis dan mekanis. Jenis ruangan akan berpengaruh pada perancangan yang dilakukan, karena perancangan akan perpedoman pada faktor teknis dan mekanis yang telah ada. misalnya dalam pembangunan kapal tentunya berapa jumlah ruangan yang dibutuhkan dan masing-masing memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda, sehingga kapasitas dan volume ruangan perlu diperhitungkan.
c. Lingkungan
Lingkungan sekitar yang menjadi obyek perancangan harus dipertimbangkan sebagai bagian dari lingkungan interior ruang yang dirancang. Kaitan antara lingkungan sekitar akan sangat berpengaruh pada lingkungan dalam interior ruang, perancangan ruang interior yang tidak mengindahkan lingkungan sekitarnya bisa berakibat tidak baik untuk ruangan tersebut.
Sekian materi yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini, dan terima kasih